}

Dongeng


Pak Johan si Tukang Sepatu


Pak Johan tinggal bersama seorang istri dan sepuluh orang anaknya yang hidup dalam kemiskinan, ia bekerja sebagai tukang sepatu. Pada suatu malam keluarga Pak Johan terlampau lelah, mereka cepat tertidur. Malam itu Pak Johan baru sempat menyelesaikan enam pasang sepatu saja.
Ketika mereka bangun di pagi hari, betapa terkejutnya mereka menemukan sepasang sepatu yang sangat bagus di rumahnya. Siapakah yang telah membuatnya? Kemudian dengan perasaan heran, Pak Johan terpaksa membeli kulit yang baru untuk membuat sepatu lainnya.
Keesokan harinya, Pak Johan menemukan lagi sepasang sepatu yang indah. Kulit yang dibelinya kemarin telah dijahit semuanya dan sudah menjadi sepatu. Siapakah yang mengerjakannya?
Kejadian itu terjadi setiap malam. Sekarang banyak orang yang membeli sepatu buatan Pak Johan. Karena sepatu buatan Pak Johan sangat bagus, kuat dan enak dipakai.
Keluarga Pak Johan sekarang telah dapat hidup dengan baik, bahkan sudah menjadi kaya. Pak Johan sekarang dapat menggunakan uangnya membeli makanan dan pakaian untuk keluarganya. Tetapi Pak Johan merasa penasaran dan ingin mengetahui, siapa sebenarnya orang yang telah menolongnya membuatkan sepatu yang bagus itu selama ini? 
Pada suatu malam, Pak Johan dan istrinya diam-diam ingin mengetahui rahasia itu. Mereka pura-pura tidur hingga terdengar suara sibuk di bengkel sepatunya.
Mereka hampir tidak percaya apa yang dilihatnya. Ternyata yang membuat sepatu untuknya adalah peri-peri kerdil. Ada yang menjahit, memaku, menyemir hingga menjadi sepatu. Hal itu semua dipelajari oleh Pak Johan.
Pak Johan dan istrinya bukanlah orang-orang yang pemalas. Mereka tidak ingin orang lain mengerjakan pekerjaannya. Akhirnya Pak Johan bertekad untuk membuat sepatu sendiri tanpa bantuan para peri-peri kerdil itu. Dengan hanya mencontoh bagaimana cara kerja peri-peri itu membuat sepatu hingga menghasilkan sepatu yang indah, kuat dan enak dipakai.
Berkat bantuan peri-peri itu, Pak Johan berhasil membuat sepatu yang sama bagusnya dengan hasil buatan peri-peri itu dan orang-orang pun tetap menyukai sepatu buatan Pak Johan.

(Dari The Young Children’s Encyclopedia)