}

Newslink

Anak-anak Membuat Pak Jokowi Kewalahan...


Sumber: Kompas.com

Pengamanan ketat terhadap Bapak Presiden Joko Widodo tidak menyurutkan niat ratusan anak untuk mendekati Kepala Negara, Bapak Joko Widodo dan para pengawalnya pun kewalahan meladeni tingkah polah anak-anak yang mengundang tawa itu.

Momen yang mengundang tawa itu terjadi selama perayaan Hari Anak Nasional di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8/2015). Saat Bapak Jokowi membagi-bagikan sepeda kepada anak-anak, sekitar 2.000 anak yang hadir di acara itu merespons dengan antusias. Halaman yang luas di belakang Istana Bogor memudahkan ratusan anak berlarian dengan bebas menuju panggung agar bisa ditunjuk Bapak Presiden.

Belasan anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berusaha menahan anak-anak tersebut. Mereka berlari mengatur anak-anak yang datang dari sisi kiri panggung. Pada saat fokus perhatian dan pengawalan diarahkan ke sana, bagian kanan panggung kosong tanpa pengawalan. Momen ini dimanfaatkan oleh seorang anak untuk mendekati Bapak Jokowi. Mutahir, nama anak itu, segera mengambil langkah seribu hingga berhasil mencapai panggung dan berdialog dengan Bapak Presiden Jokowi.

Mutahir juga menjawab pertanyaan Bapak Jokowi tentang nama-nama kabupaten dan kota di Indonesia. "Bugis Bone, Pinrang, Enrekang, Singkang, dan Bogor," jawab Mutahir lantang.
"Benar! Ambil satu sepedanya," kata Bapak Jokowi.

Sebelum mengambil sepedanya, Mutahir meminta izin kepada Bapak Jokowi untuk membaca puisi. Bapak Jokowi mengiyakan. Tanpa canggung, Mutahir bergegas mengambil posisi dan membaca dengan lantang setiap kata dalam puisi berbahasa Maros itu.

"Bagus. Cuma itu apa isinya? Coba terjemahannya apa, saya enggak ngerti," kata Bapak Jokowi seusai Mutahir selesai membaca puisi.

"Ini soal janji setia hamba kepada rajanya. Maksudnya supaya orang-orang yang jaga Bapak Presiden tidak berkhianat dan selalu menjaga Bapak," kata Mutahir yang mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Bukan hanya Mutahir yang bisa membuat Bapak Jokowi geleng-geleng kepala, aksi para polisi cilik pun membuat Bapak Jokowi tertawa. Ketika itu, Bapak Jokowi meminta para polisi cilik naik ke panggung untuk menjawab kuis. Datanglah tiga orang anak perempuan berpakaian polisi lalu lintas berbaris di panggung.

"Namanya siapa?" tanya Bapak Jokowi. "Siap, Fidella!" jawab seorang anak dengan lantang dan cepat. "Ha, siapa?" tanya Bapak Jokowi lagi. Sang anak kembali menjawab, kali ini lebih lantang dan lebih cepat.

Sampai tiga kali Bapak Jokowi meminta Fidella mengulang namanya karena tak jelas terdengar akibat bersuara terlalu lantang. "Oalah, namanya Siap Fidella to. Saya manggilnya Siap apa Fidella?" canda Bapak Jokowi.
"Siap! Iya, Pak," jawab Fidella. "Duh, ini lebih dari polisi kayaknya," kata Bapak Jokowi.
Sepanjang acara, canda tawa dan semangat anak-anak membuat Bapak Jokowi tak henti-hentinya tersenyum dan rehat sejenak dari hiruk pikuk persoalan negara. Paspampres harus kerja ekstra mengamankan Presiden, tetapi tetap harus bersikap lembut kepada anak-anak. Wajah mereka tak melulu serius, kadang kala dihiasi senyuman manakala anak-anak berhasil menerobos masuk dan meraih Bapak Jokowi.
Selain bisa berdialog dengan Presiden, anak-anak yang hadir dalam perayaan Hari Anak Nasional ini juga bisa menikmati permainan anak tradisional hingga mendatangi stan permainan anak yang mendidik.