Anak Indonesia Juara Mengingat Tingkat Dunia
![]() |
| Foto: detiknews.com |
Tim Memory
Sports Indonesia beranggotakan Yudi Lesmana (Ketua Tim dan peserta), Shafa
Annisa ( 10 tahun, peserta dari Kaltim), Fakhri Shafly ( 14 tahun, peserta dari
Jakarta), Aris Rinaldi (Arbiter Memory Sports Indonesia), dan Siti Jawariah
(Official) berhasil membawa harum nama bangsa di kancah dunia.
Indonesia
berhasil mendapatkan penghargaan bergengsi pada lomba Asia Memory Championship dan 3rd
Hongkong Open Memory Championship. Indonesia bersaing dengan belasan negara
lainnya, seperti Hongkong, China, Jepang, Filipina, Mongolia, Indonesia,
Malaysia, Korea Selatan, dan 3 Negara non Asia Swedia, Amerika, dan Jerman.
Shafa
berhasil memecahkan rekor dunia kategori anak-anak dalam cabang "Names and Faces" dengan mengingat
88 wajah dan nama dalam waktu 15 menit. Selain Rekor dunia, Shafa juga berhasil
meraih 1 Medali Emas di cabang Names
& Faces dan 1 Medali Perak di Cabang Spoken Numbers pada Asia
Memory Championship.
Yudi juga
berhasil memperoleh 1 Medali Emas di cabang Random Words Asia Memory Championship dan 1 Medali Perak di cabang Random Words 3rd Hongkong Open Memory
Championship. Selain itu, Yudi juga berhasil mendapat gelar tambahan, Asia Memory Master (AMM), yang saat ini
hanya ada 16 orang dari seluruh negara-negara di Asia disamping Gelar Grandmaster of Memory yang telah
didapatkan pada World Memory Championship
di tahun-tahun sebelumnya.
10 jenis pertandingan yang
diperlombakan pada kompetisi ini yaitu :
1. 15 menit mengingat wajah dan nama (Names & Faces)
2. 15 menit mengingat urutan kata acak (Random Words)
3. 30 menit mengingat urutan angka binary acak (Binary Numbers)
4. 5 menit mengingat urutan angka acak (Speed Numbers)
5. 15 menit mengingat urutan gambar abstrak acak (Abstract Images)
6. 30 menit mengingat angka acak (Random Numbers)
7. 30 menit mengingat urutan kartu remi yang telah dikocok (Random Cards)
8. 5 menit mengingat tahun dan kejadian (Historic Future Dates)
9. Mengingat angka acak yang diucapkan dalam interval 1 detik per 1 angka (Spoken Numbers)
10. Mengingat secepat-cepatnya 1 deck kartu remi (52 kartu) yang telahg dikocok (Speed Cards).
1. 15 menit mengingat wajah dan nama (Names & Faces)
2. 15 menit mengingat urutan kata acak (Random Words)
3. 30 menit mengingat urutan angka binary acak (Binary Numbers)
4. 5 menit mengingat urutan angka acak (Speed Numbers)
5. 15 menit mengingat urutan gambar abstrak acak (Abstract Images)
6. 30 menit mengingat angka acak (Random Numbers)
7. 30 menit mengingat urutan kartu remi yang telah dikocok (Random Cards)
8. 5 menit mengingat tahun dan kejadian (Historic Future Dates)
9. Mengingat angka acak yang diucapkan dalam interval 1 detik per 1 angka (Spoken Numbers)
10. Mengingat secepat-cepatnya 1 deck kartu remi (52 kartu) yang telahg dikocok (Speed Cards).
Berita Singkat
Gadis Cilik ini Membagi-bagikan Korek Api
Teman-teman tentu sudah tak asing dengan tokoh gadis penjual korek api yang ada di dalam buku dongeng. Dalam kisah karangan penulis buku anak-anak terkenal, Hans Christian Andersen, diceritakan hidup seorang gadis kecil yang berjualan korek api di musim dingin. Lanjut>>
Anak Indonesia ini Bikin Ulama Mesir Menangis
Menteri Wakaf Mesir Prof DR Mohamed Mochtar Gomaa menyampaikan takjubnya kepada kehebatan hafiz (penghafal Alquran) cilik asal Indonesia, Musa La Ode Abu Hanafi saat beraksi di Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional di Sharm El-Sheikh Mesir pada 4 April lalu. Lanjut>>
Daffa Anak Pemberani Seorang anak bernama Daffa Faros Oktoviarto berani menegur dan menghadang pengguna sepeda motor yang lewat trotoar. Daffa adalah seorang siswa kelas IV SD Kalibanteng Kidul, Kota Semarang, Jateng.
Lanjut>>
Eko Berjuang untuk Ibunya
Di kala anak-anak kecil sebayanya hanya sibuk belajar dan bermain. Eko, bocah kelas 2 SD asal Pedurungan, Semarang justru harus berjuang mencari nafkah demi membantu sang Ibu yang tengah didera sakit ginjal.
Eko berkeliling berjualan makaroni untuk membantu perawatan ibunya, memantik kepedulian banyak pihak. Berkat pemberitaan dari media sosial, semenjak Jumat lalu, orang-orang mulai datang menyalurkan bantuan. Tak sedikit dari mereka yang membantu Eko dan ibunya dengan mendatangi langsung rumah mereka.Lanjut>>
Kisah Ibu dan Anak yang MengharukanMax, demikian nama anak itu, ia ingin memberi kejutan kepada ibunya Emma Scahofield di hari Valentine.
Ibu Emma yang bekerja sebagai pramusaji diajak Max ke restoran untuk merayakan hari kasih sayang.
Ia sengaja melakukan itu untuk menghibur ibunya yang baru saja bercerai.
Kejutan itu terjadi saat hendak membayar semua pesanan makanan di restoran. Lanjut>>
Sebanyak 240 anak berkumpul di Jakarta untuk memeriahkan Jambore Futsal Anak (JFA) di Kampus B Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta. Acara ini sudah berjalan beberapa tahun. Tahun ini JFA mengangkat tema “Futsal for Respect”. LANJUT>>
Hari Sampah Nasional
Wooow.... Tahukah teman-teman, apabila saat ini Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik ke laut terbanyak kedua di dunia?
Tiap tahunnya, masing-masing kota di dunia setidaknya menghasilkan sampah hingga 1,3 miliar ton. Diperkirakan oleh Bank Dunia, pada tahun 2025, jumlah ini bertambah hingga 2,2 miliar ton. LANJUT>>
Sepeda Bencong Dari Bapak Presiden
Ketika Presiden Jokowi berkunjung ke sekolah SMP Negeri 4, Pontianak Timur, pada hari Sabtu (22/8/2015) terjadi kejadian yang sangat membuat para undangan terpingkal-pingkal tertawa, seorang anak SD menolak pemberian sepeda dari Presiden Jokowi. LANJUT>>
Kenapa Bapak Galak?
Pada peringatan Hari Anak Nasinoal tingkat DKI Jakarta di Dufan, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (26/8/2015). Gubernur DKI Jakarta Bapak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hadir pada acara tersebut. Kali ini Pak Ahok memberi kesempatan kepada anak-anak untuk bertanya padanya. LANJUT>>
Tujuh Anak Indonesia Dilatih Sepak Bola di MU
Sebanyak tujuh anak prasejahtera yang jago main sepak bola mendapatkan perjalanan dan pelatihan di Inggris. Adapun ketujuh anak tersebut, yakni Marcellius Fanmakuni asal Alor NTT, I Kadek Dwi Kuriawan (Tabanan, Bali), Pamungkas Dwi Wibowo (Solo, Jawa Tengah), Ayub Abdul Aziz (Semarang, Jawa Tengah), Ahmad Wahyudi (Tulehu, Maluku), Jero Pratama (Padang, Sumatera Barat), dan Robert Yawan Bedes (Papua). LANJUT>>



