Main jaran merupakan tradisi masyarakat Sumbawa. Tradisi ini sudah ada
sejak beberapa puluh tahun yang lalu. Keunikan pada Main Jaran ini
terletak pada Jokinya. Seluruh Joki adalah anak-anak umur dua tahun
hingga lima Tahun.
Pada perlombaan tersebut, setiap peserta
menunggangi kuda sembari mengitari sirkuit sejauh 1 kilo meter (km) yang
telah disediakan oleh panitia dan disaksikan oleh ratusan warga. Kuda
yang tercepat mencapai garis finish akan terpilih menjadi pemenang.
Sebelum perlombaan dimulai, kuda kuda yang akan dilombakan diberikan
pemanasan terlebih dahulu dengan cara dijemur dan dipecut sambil
dipegang oleh pemiliknya. Jika kuda tersebut beringas, maka itu sebagai
pertanda bahwa kuda tersebut siap untuk dilombakan.
"Kuda itu
dipecut agar terbiasa dan larinya lebih cepat, dan tidak takut dengan
orang banyak," Kata Sul salah seorang pemerhati main jaran.
Setelah
semuanya siap, dengan pakaian tertutup dan helm, para joki cilik ini
kemudian digotong oleh orang tua mereka untuk dinaikkan ke atas punggung
kuda,dan menunggu perintah untuk memulai perlombaan. Setiap
pertandingan terdiri dari enam peserta.
"Seluruh joki cilik itu sudah mahir dalam menunggangi kuda, karena sebelumnya mereka telah berlatih di lumpur," Imbuh dia.
Sumber: http://liputan6.com