DUKE – Ketika Kaelyn Krawczyk tidak sendirian masuk ke ruang operasi di
Duke Medical Center, Rabu (11/12). Gadis 7 tahun ini ditemani anjing
yang melayani dia, JJ.
Cary News melaporkan, Kaelyn menderita penyakit langka yang disebut mastocytosis, yang menyebabkan tubuhnya mengalami reaksi alergis mulai dari panas, flu, hingga berbagai pemicu lain yang tidak diketahui. Selama operasi Rabu, para dokter mencoba mencari tahu mengapa Kaelyn berulangkali mengalami infeksi ginjal, menurut Fox News, Jumat (20/12).
Namun, prosedur rutin yang dilakukan khusus untuk Kaelyn berisiko, karena gadis ini rentan reaksi alergis yang ekstrem.
JJ, anjing terrier campuran, telah dilatih untuk mendeteksi reaksi alergi Kaelyn sebelum terlalu parah—mengingatkan orang tua Kaelyn untuk memberinya obat. Selama 18 bulan bersama JJ, Kaelyn hanya sekali mengalami reaksi parah. Padahal, Kaelyn mengalami tiga sampai empat kali reaksi alergis yang parah tahun silam.
Sebenarnya JJ tidak diijinkan menemani Kaelyn dalam ruang operasi yang steril. Namun, hewan jantan ini diperbolehkan masuk ruang operasi agar suasana lebih rileks, setelah JJ dimandikan, menurut Cary News.
Selama operasi, JJ berdiri dan berkeliling meja opeasi ketika Kaelyn sudah berada di bawah pengaruh obat bius. Dengan bantuan anjing yang dilatih oleh Deb Cunningham dari Eyes, Ears, Nose and Paws di Carrboro, North Caroline, AS, itu para pakar anestesi dapat memonitor reaksi Kaelyn hinggga operasinya berhasil.
“Kedengarannya lucu, di era teknologi ini, dikelilingi bunyi bip dari peralatan seharga jutaan dolar AS, kita punya anjing kecil yang lebih sensitif dari semua mesin,” kata Dr. Brad Taicher, ahli antestesi kepada Cary News.
Cary News melaporkan, Kaelyn menderita penyakit langka yang disebut mastocytosis, yang menyebabkan tubuhnya mengalami reaksi alergis mulai dari panas, flu, hingga berbagai pemicu lain yang tidak diketahui. Selama operasi Rabu, para dokter mencoba mencari tahu mengapa Kaelyn berulangkali mengalami infeksi ginjal, menurut Fox News, Jumat (20/12).
Namun, prosedur rutin yang dilakukan khusus untuk Kaelyn berisiko, karena gadis ini rentan reaksi alergis yang ekstrem.
JJ, anjing terrier campuran, telah dilatih untuk mendeteksi reaksi alergi Kaelyn sebelum terlalu parah—mengingatkan orang tua Kaelyn untuk memberinya obat. Selama 18 bulan bersama JJ, Kaelyn hanya sekali mengalami reaksi parah. Padahal, Kaelyn mengalami tiga sampai empat kali reaksi alergis yang parah tahun silam.
Sebenarnya JJ tidak diijinkan menemani Kaelyn dalam ruang operasi yang steril. Namun, hewan jantan ini diperbolehkan masuk ruang operasi agar suasana lebih rileks, setelah JJ dimandikan, menurut Cary News.
Selama operasi, JJ berdiri dan berkeliling meja opeasi ketika Kaelyn sudah berada di bawah pengaruh obat bius. Dengan bantuan anjing yang dilatih oleh Deb Cunningham dari Eyes, Ears, Nose and Paws di Carrboro, North Caroline, AS, itu para pakar anestesi dapat memonitor reaksi Kaelyn hinggga operasinya berhasil.
“Kedengarannya lucu, di era teknologi ini, dikelilingi bunyi bip dari peralatan seharga jutaan dolar AS, kita punya anjing kecil yang lebih sensitif dari semua mesin,” kata Dr. Brad Taicher, ahli antestesi kepada Cary News.
Sumber : FoxNews.com